B PERLAWANAN DAERAH. 1. Perlawanan Rakyat Maluku. Perlawanan rakyat maluku terhadap penjajahan bangsa Barat disebabkan karena Belanda melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dengan cara pemaksaan. Jika tanaman rempah-rempah melebihi kapasitas maka Belanda akan membakar tanaman yang terlebih tersebut. KualitasPenduduk dan Pergerakan Nasional • Munculnya Nasionalisme Indonesia 1. Perluasan Pendidikan 2. Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah 3. Rasa Senasib Sepenanggungan 4. Berkembangnya Berbagai Paham Baru 5. Perkembangan Organisasi nakses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; 4. Meningkatkan daya saing daerah dan sinergitas regional, nasional dan global; 5. Meningkatkan kualitas demokrasi dan hukum; 6. KualitasPenduduk Pembangunan Nasional Proyek/Kegiatan (PDF) Kualitas Penduduk Pembangunan Nasional Proyek/Kegiatan | Habibah Rahmah - no longer supports Internet Explorer. KualitasPenduduk Pembangunan Nasional Proyek/Kegiatan (PDF) Kualitas Penduduk Pembangunan Nasional Proyek/Kegiatan | Aden naafi' - no longer supports Internet Explorer. LahirnyaOrganisasi Pergerakan Nasional di Indonesia dipelopori oleh golongan pemuda pelajar dan mahasiswa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas penduduk Indonesia terutama dalam bidang? pendidikan kesehatan ekonomi ilmu pengetahuan Semua jawaban benar Jawaban Yang Benar Menurut Pilihan diatas adalah A. pendidikan KUALITASPENDUDUK DAN PEMBANGUNAN NASIONAL; kisi-kisi PAS1 KLS 9; PERDAGANGAN INTERNASIONAL; soal remedial UH 9 (kerjasama antar negara bidang soal Remedial UH 8 (kualitas penduduk&pergerakan n MATERI UH KLS 9 KERJASAMA ANTAR NEGARA BIDANG EKONOMI; MATERI UH KLS 8 Kualitas penduduk dan pergerakan n Oktober (2) September (3) HubunganKualitas Penduduk dengan Pergerakan Nasional. Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional pada masa ini. Melainkan perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia pada masa penjajahan, juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan kualitas penduduk Indonesia pada saat itu. Kata kuncinya adalah kualitas penduduk sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu bangsa. Pentingnyakualitas penduduk dalam perjuangan bangsa Indonesia juga dapat dilihat pada masa pergerakan nasional. Kamu tentu sudah mengetahui makna kebangkitan nasional dan pergerakan nasional Indonesia bukan? Tahukah kamu, bahwa salah satu pendorong lahirnya pergerakan nasional Indonesia adalah karena peningkatan kualitas penduduk di Indonesia. Mengapa demikian? Kamu akan mempelajari pada uraian berikutnya. Kualitas penduduk adalah kunci keberhasilan pembangunan. Jakarta(ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta kepada seluruh lapisan dalam masyarakat agar tidak terlena dengan kualitas penduduk Indonesia saat ini. "Yang paling penting adalah pergeseran (pembangunan kependudukan) dari yang dulunya kuantitas menjadi kualitas," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat oHfO. Kualitas penduduk adalah kunci keberhasilan pembangunan. Jumlah penduduk yang besar belum tentu berhasil membawa penduduk sangat terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, guna memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya. Indikator kualitas atau mutu sumber daya manusia dapat dilihat dari beberapa aspek seperti; pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan. Indikator dari tingkat kesehatan penduduk dapat dilihat dari angka kematian dan angka harapan hidup. Tingkat kesehatan penduduk juga tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk, maka pengeluaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan akan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati makanan yang berkualitas yang memenuhi standar kesehatan. Tingkat pendidikan yang merupakan potensi sumber daya manusia yang unggul. Sementara tingkat kesehatan suatu masyarakat suatu mencerminkan kesejahteraan suatu negara. Sedangkan pendapatan yang tinggi sangat mempengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat di suatu negara. Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia juga dipengaruhi oleh kualitas penduduk. Pentingnya kualitas penduduk dalam perjuangan bangsa Indonesia juga dapat dilihat pada masa pergerakan nasional. Pada awal abad XX, terjadi perubahan penting pada kualitas penduduk Indonesia. Perubahan tersebut terutama dalam bidang pendidikan. Semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia, semakin meningkat pula kualitas penduduk Indonesia. Meningkatnya kualitas penduduk di Indonesia berpengaruh langsung pada pergerakan kebangsaan Indonesia. Munculnya Nasionalisme Indonesia Munculnya nasionalisme atau paham kebangsaan Indonesia dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain sebahai berikut. 1 Perluasan Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis tahun 1901 yaitu; irigasi/pengairan, emigrasi/transmigrasi, dan edukasi/pendidikan. Dalam pelaksanaannya banyak penyelewengan dalam politik Etis, seperti Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda. Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat. Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan. Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian memelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional Indonesia. 2 Kegagalan perjuangan di berbagai daerah Salah satu penyebab kegagalan perjuangan tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Memasuki abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan, menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai dengan momentum penting yaitu diikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 3 Rasa Senasib Sepenanggungan Tekanan pemerintah Hindia Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam pergerakan kebangsaan Indonesia. 4 Berkembangnya berbagai paham baru Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, liberalisme, sosialisme, komunisme menjadi salah satu pendorong pergerakan nasional Indonesia. Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai paham tersebut mempengaruhi berbagai organisasi pergerakan nasional Indonesia. 5 Perkembangan Organisasi Etnik, Kedaerahan, Keagamaan Organisasi etnik banyak didirikan oleh pelajar perantau di kota-kota besar. Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis. Beberapa contoh organisasi kedarahan antara lain sebagai berikut Nama OrganisasiSejarah kelahiranTujuanBentuk perjuangan Jong JavaSuatu organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Satiman Wirjosandjojo di Gedung STOVIA pada tanggal 7 Maret, 1915 dengan nama awal Tri Koro Dharmo Mempersatukan para pelajar pribumi, menyuburkan minat pada kesenian dan bahasa nasional serta memajukan pengetahuan umum untuk anggotanyaDiplomasi, kesenian dan pengetahuan Tri Koro DharmoTri Koro Dharmo berdiri 7 Maret 1915 di Jakarta berdiri Tri Koro Dharmo, oleh R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, dan Jawa Raya dengan jalan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda-pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan LombokDiplomasi dan organisasi. Jong Islaminten BondJong Islamieten Bond adalah perkumpulan pemuda Islam yang didirikan di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1925 oleh pemuda pelajarUntuk mengadakan kursus-kursus agama Islam bagi para pelajar Islam dan untuk mengikat rasa persaudaraan antara para pemuda terpelajar Islam yang berasal dari berbagai daerah di NusantaraPendidikan dan keagamaan Perkumpulan Pemuda Kristen PPKMuda Kristen Jawi 1920 bahasa jawa diubah menjadi Perkumpulan Pemuda Kristen PPK bahasa anggotanya dalam berbagai bidang pelayanan pendidikan, sosial, politik, kemasyarakatanKeagamaan dan pendidikan MuhammadiyahMuhammadiyah didirikan oleh Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnyaPendidikan dan keagamaan. Nahdlatul UlamaDidirikan pada 16 Rajab 1344 H 31 Januari 1926Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik dan keagamaan Taman SiswaDidirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta Pendidikan pemuda Indonesia dan juga sebagai alat perjuangan bagi rakyat IndonesiaPendidikan untuk kaum pribumi Jong Sumatranen BondDidirikan pada tanggal 9 Desember 1917 di JakartaMempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatra, mendidik pemuda Sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya SumatraPendidikan dan Budaya Sekar RukunDidirikan oleh para siswa Sekolah Guru Kweekschool di Jalan Gunungsari, Batavia, pada tanggal 26 Oktober, 19191 menumbuhkan kecintaan pemuda Sunda terhadap tanah air serta meningkatkan pengetahuan orang Sunda, 2 menyatukan para pemuda yang bisa berbahasa Sunda, dan 3 mengupayakan kerukunan para pemuda IndonesiaPendidikan dan Pengetahuan Kaum wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh pejuang wanita zaman dulu antara lain sebagai berikut. Biodata Nama Raden Ajeng Kartini Asal Daerah Jawa Tengah Penganugrahan 2 Mei 1964 Lahir Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 Wafat Rembang, 17 September 1904 PerjuanganPelopor kebangkitan perempuan karena pikiran dan pandangannya mengenai emansipasi wanita. Biodata Nama Raden Dewi Sartika Asal Daerah Jawa Barat Penganugrahan 1 Desember 1966 Lahir Bandung, 4 Desember 1884 Wafat Tasikmalaya, 11 September 1947 PerjuanganTokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita dengan mendirikan Saloka Istri pada tahun 1904. Biodata Nama Maria Walanda Maramis Asal Daerah Sulawesi Utara Penganugrahan 20 Mei 1969 Lahir Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 Wafat Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924 PerjuanganMemperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan bagi kaum ibu-ibu dengan mendirikat organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya PIKAT pada tahun 1917. Pada tahun 1919, beliau memperjuangkan agar wanita memiliki hak suara di lembaga perwakilan Minahasa Raad. Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan. Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian memelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional adalah investasi peradaban. Melalui pendidikan akan tertanamkan pengetahuan dan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia. Secara bertahap, mulai masuk abad XX kesempatan memperoleh pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah Hindia Belanda melalui Politik Etis. Kebijakan Politik Etis memungkinkan berdirinya sekolah-sekolah di berbagai daerah abad XX perkembangan pendidikan yang diselenggarakan swasta juga semakin banyak. Perkembangan pendidikan bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi juga oleh berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Misionaris agama Kristen dan Katolik mendirikan berbagai sekolah di pusat-pusat penyebaran agama Kristen. Beberapa kota berkembang pendidikan berdasarkan keagamaan seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahd latul Ulama, dan sebagainya. Sekolah kebangsaan juga tumbuh seperti Taman Siswa dan sekolah-sekolah yang didirikan organisasi sangat besar peranannya dalam menumbuhkembangkan nasionalisme. Pendidikan menyebabkan terjadinya transformasi ide dan pemikiran yang mendorong semangat pembaharuan masyarakat. Pada masa sekarang kamu harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas merupakan modal penting dalam masa pergerakan nasional dan pembangunan sekarang. Sampai saat ini masih ada sekitar 8,5 juta penduduk Indonesia masih buta huruf. Kita tahu, Angka Partisipasi Kasar APK tingkat SMP baru 70%. Sedangkan APK untuk tingkat SMU baru berkisar 60%. Angka partisipasi untuk perguruan tinggi lebih rendah lagi, yakni 18,7%. Jumlah mahasiswa di Indonesia baru berkisar 4,8 juta orang. Padahal, jumlah anak usia belajar di perguruan tinggi berkisar 25 juta orang. Dengan demikian, ada puluhan juta pemuda Indonesia yang terpaksa menjadi tenaga kerja murah atau pengangguran. Kamu dapat berpertisipasi meningkatkan kualitas pendidikan dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kamu juga dapat berperan memberantas buta huruf dan memperluas kesempatan pendidikan dengan menjadi guru di daerahdaerah perjuangan di berbagai daerah Bangsa Indonesia sadar berbagai penyebab kegagalan perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan perjuangan tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kamu tentu ingat beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Sultan Hasanuddin dan para tokoh lainnya bersatu mengusir penjajah? Tentu Belanda akan mudah abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan, menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Paham kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai dengan momentum penting yaitu diikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober Senasib Sepenanggungan Perluasan kekuasaan Barat di Indonesia telah memengaruhi perubahan politik, ekonomi, sosial bangsa Indonesia. Tekanan pemerintah Hindia Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam pergerakan kebangsaan berbagai paham baru Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, liberalisme, sosialisme, komunisme menjadi salah satu pendorong pergerakan nasional Indonesia. Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai paham tersebut mempengaruhi berbagai organisasi pergerakan nasional Organisasi Etnik, Kedaerahan, Keagamaan Organisasi pergerakan nasional tidak muncul begitu saja. Awalnya yang berdiri di Indonesia adalah berbagai organisasi etnik, kedaerahan, dan keagamaan. Berbagai organisasi tersebut sering melakukan pertemuan hingga akhirnya muncul ide untuk mengikatkan diri dalam organisasi yang bersifat nasional. Bagaimana prosesnya?Organisasi etnik banyak didirikan oleh pelajar perantau di kota-kota besar. Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis. Beberapa contoh misalnya Serikat Pasundan dan Perkumpulan Kaum Betawi dipelopori oleh M. Husni Thamrin. Selain berkembang organisasi etnik, muncul juga beberapa organisasi kedaerahan seperti Tri Koro Dharmo 1915, Jong Java 1918 Jong Sumatranen Bond 1917.Berbagai organisasi bernapaskan keagamaan pada awal abad XX sangat mempengaruhi perkembangan kebangsaan Indonesia. Beberapa organisasi bernapas keagamaan yang muncul pada masa awal abad XX misalnya Jong Islamiten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, Nahd latul Ulama, PERSIS Persatuan Umat Islam, dan Al-Jamiatul wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh pejuang wanita zaman dulu adalah Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis. Kartini adalah putri Bupati Jepara Jawa Tengah yang memperjuangkan emansipasi persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Beliau mendirikan sekolah khusus untuk Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional IndonesiaMuseum Kebangkitan Nasional muskitnas-1Gedung tersebut merupakan gedung bekas STOVIA yang terletak di Jakarta dan sangat penting artinya bagi kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional yaitu masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir penjajahan. Tentu kamu masih ingat mengapa tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Tanggal 20 Mei 1908 merupakan hari lahir Boedi Oetomo Budi Utomo, organisasi modernis pertama di Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Budi Utomo dan berbagai organisasi lainnya? Kamu akan menelusuri melalui uraian di bawah Utomo Pada awal abad XX sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat. Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain pendiri Budi Utomo adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan Ario Islam Suasana Pasar Klewer pada masa kiniGambar di atas menunjukkan suasana Pasar Klewer di Solo atau Surakarta Jawa Tengah. Pada masa penjajahan pasar tersebut telah ramai oleh para pedagang Indonesia, Arab dan Cina. Akibat dari persaingan yang tidak sehat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, pada tahun 1911 didirikan Serikat Dagang Islam SDI, oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo. Tujuan utama pada awalnya adalah melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman pedagang Cina. Saat itu para pedagang Cina banyak menguasai perdagangan pasar, sehingga menggeser para pedagang lokal yang kurang pendidikan dan Kongres di Surabaya tanggal 30 September 1912, Serikat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Perubahan nama dimaksudkan agar organisasi lebih terbuka anggota dan kegiatannya. Pada tahun 1913 Sarekat Islam dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Sarekat Islam sangat menarik rakyat karena kegiatannya yang membela rakyat. Tahun 1915 jumlah anggota Partai Sarekat Islam sebanyak Tahun 1923 Sarekat Islam berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam PSI yang bersifat nonkooperatif terhadap Belanda. Tahun 1927 Partai Sarekat Islam menetapkan tujuan pergerakan untuk Indonesia merdeka berasaskan Partij Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia. Gambar menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai Douwes Dekker Danudirjo Setiabudi, Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912. Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan pendiri IPPada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Indonesia PI Semula bernama Indische Vereeniging, didirikan oleh orang-orang Indonesia di Belanda tahun 1908. Pada tahun 1922 Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging dengan kegiatan utama politik. Tahun 1925 berubah menjadi Perhimpinan Indonesia PI. Nama majalahnya Hindia Putra, berubah menjadi Indonesia Merdeka. Mohammad Hatta salah satu tokoh Perhimpunan IndonesiaTujuan utamanya adalah Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia adalah Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono, Gunawan Mangunkusumo, dan Nazir Datuk Nasional Indonesia PNI Partai Nasional Indonesia PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin Ir Sukarno. Tujuan Partai Nasional Indonesia adalah Indonesia Merdeka, dengan ideologi nasionalisme. Partai Nasional Indonesia mengadakan kegiatan konkret baik politik, sosial maupun ekonomi. Organisasi ini terbuka dan revolusioner, sehingga PNI cepat meraih anggota yang banyak. Pengaruh Sukarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat. Keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Sukarno semakin membuat Partai Nasional Indonesia sangat kuat. Bung Karno salah satu tokoh Partai Nasional Indonesia, beliau pernah dipenjara dan diasingkan oleh Belanda ke Digul dan SumatraKegiatan politik Partai Nasional Indonesia dianggap mengancam pemerintah Belanda, sehingga para tokoh Partai Nasional Indonesia ditangkap dan diadili tahun 1929. Sukarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda. Dalam pembacaan pembelaannya Sukarno memberi judul Indonesia Menggugat. Sukarno dan kawan-kawan dihukum penjara. Tahun 1931 Partai Nasional Indonesia dibubarkan, kemudian Sartono membentuk Partindo. Selain itu Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi Pendidikan Nasional Indonesia. Para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Digul, nasionalis mencoba menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Tujuannya memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia, tahun 1930 M. Husni Thamrin membentuk Fraksi Nasional. Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia berangsur-angsur dalam 10 tahun. Petisi ini kemudian dikenal Petisi Sutarjo. Petisi tersebut ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk pejuang pergerakan nasional kecewa dan harapan kepada Volksraad tidaklah besar. Pada tahun 1939 dibentuk federasi/gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut Gabungan Politik Indonesia GAPI. Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia Berparlemen”. Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia, juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan kualitas penduduk Indonesia. Mengapa demikian? Kamu akan mempelajarinya melalui uraian di bawah ini! Kamu telah mempelajari bagaimana hakikat kualitas penduduk Indonesia. Kualitas penduduk sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu bangsa. Perjuangan untuk pembangunan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas penduduk Indonesia. Penduduk yang berkualitas akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang berkualitas akan mampu membawa bangsa dan negara dalam kejayaan. R en u n gk an ! penduduk yang besar belum tentu berhasil membawa kemajuan. Tetapi penduduk Kualitas penduduk adalah kunci keberhasilan pembangunan. Jumlah yang berkualitas pasti akan mampu membawa kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu kamu harus selalu berusaha menjadi penduduk yang berkualitas. Bagaimana caranya? Belajar giat di sekolah dan di luar sekolah merupakan cara untuk meningkatkan kualitas diri. Belajar tidak hanya mata pelajaran di sekolah, tetapi juga belajar berwirausaha, belajar kepemimpinan, belajar budaya masyarakatmu, dan sebagainya. Pentingnya kualitas penduduk dalam perjuangan bangsa Indonesia juga dapat dilihat pada masa pergerakan nasional. Kamu tentu sudah mengetahui makna kebangkitan nasional dan pergerakan nasional Indonesia bukan? Tahukah kamu, bahwa salah satu pendorong lahirnya pergerakan nasional Indonesia adalah karena peningkatan kualitas penduduk di Indonesia. Mengapa demikian? Kamu akan mempelajari pada uraian berikutnya. Perhatikan tabel Menurut data tersebut, jumlah rakyat yang dapat baca tulis di Indonesia sangat sedikit. Berdasarkan indikator pendidikan, kualitas penduduk Indonesia pada masa penjajahan sangat rendah. Kondisi kesehatan dan kesejahteraan rakyat pada masa penjajahan juga sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah, menyebabkan bangsa asing mudah mengelabuhi bangsa Indonesia. Pada awal abad XX, terjadi perubahan penting pada kualitas penduduk Indonesia. Perubahan tersebut terutama dalam bidang pendidikan. Semakin banyak sekolah berkembang di Indonesia, semakin banyak kaum terpelajar. Kelompok inilah yang berperan besar pada pergerakan nasional Bangsa Indonesia. Semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia, semakin meningkat pula kualitas penduduk Indonesia. Meningkatnya kualitas penduduk di Indonesia berpengaruh langsung pada pergerakan kebangsaan Indonesia. Bagaimana proses pergerakan nasional tersebut? Kamu akan mempelajarinya melalui uraian berikut ini. a. Munculnya Nasionalisme Indonesia Munculnya nasionalisme atau paham kebangsaan Indonesia dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Faktor apa saja yang mendorong lahirnya nasionalisme pergerakan kebangsaan Indone- sia? Uraian berikut akan membantumu memahaminya. 1 Perluasan Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan Politik Ethis tahun 1901 yaitu; irigasi/ pengairan, emigrasi/transmigrasi, dan edukasi/pendidikan. Tiga kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat yang semakin terpuruk. Namun pelaksanaan kebijakan politik ethis tetap lebih berpihak kepada penjajah. Dalam pelaksanaannya banyak penyelewengan dalam politik Ethis, seperti a Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda. b Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah. c Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat. Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan. Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian mempelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional Tahun 1931 1961 Jumlah penduduk 59,1 juta 97,02 juta Jumlah penduduk melek huruf 4,4 juta 47,4 juta Persentase penduduk melek huruf 7,4% 46,7% Sumber Ricklefs, 2005 Pendidikan adalah investasi peradaban. Melalui pendidikan akan tertanamkan pengetahuan dan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia. Secara bertahap, mulai masuk abad XX kesempatan memperoleh pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah Hindia Belanda melalui Politik Ethis. Kebijakan Politik Ethis memungkinkan berdirinya sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia. Mulai abad XX perkembangan pendidikan yang diselenggarakan swasta juga semakin banyak. Perkembangan pendidikan bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi juga oleh berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Misionaris agama Kristen dan Katholik mendirikan berbagai sekolah di pusat-pusat penyebaran agama Kristen. Beberapa kota berkembang pendidikan berdasarkan keagamaan seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahdlatul Ulama, dan sebagainya. Sekolah kebangsaan juga tumbuh seperti Taman Siswa dan sekolah-sekolah yang didirikan organisasi pergerakan. Pendidikan sangat besar peranannya dalam menumbuhkembangkan nasionalisme. Pendidikan menyebabkan terjadinya transformasi ide dan pemikiran yang mendorong semangat pembaharuan masyarakat. Pada masa sekarang kamu harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. 2 Kegagalan perjuangan di berbagai daerah Bangsa Indonesia sadar berbagai penyebab kegagalan perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan perjuangan tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kamu tentu ingat beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Sultan Hassanudin dan para tokoh lainnya bersatu mengusir penjajah? Tentu Belanda akan mudah ditaklukkan. Ren u n gk an ! Pendidikan merupakan modal penting dalam masa pergerakan nasional dan pembangunan sekarang. Sampai saat ini masih ada sekitar 8,5 juta penduduk Indonesia masih buta huruf. Kita tahu, Angka Partisipasi Kasar APK tingkat SMP baru 70%. Sedangkan APK untuk tingkat SMU baru berkisar 60%. Angka partisipasi untuk perguruan tinggi lebih rendah lagi, yakni 18,7%. Jumlah mahasiswa di Indonesia baru berkisar 4,8 juta orang. Padahal, jumlah anak usia belajar di perguruan tinggi berkisar 25 juta orang. Dengan demikian, ada puluhan juta pemuda Indonesia yang terpaksa menjadi tenaga kerja murah atau pengangguran. Kamu dapat berpertisipasi meningkatkan kualitas pendidikan dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kamu juga dapat berperan memberantas buta huruf dan memperluas kesempatan pendidikan dengan menjadi guru di daerah- daerah terpencil. Untuk memahami berbagai penyebab kegagalan rakyat Indonesia di berbagai daerah mengusir penjajah, lakukan aktivitas berikut! Setelah melakukan aktivitas di atas, tentu kamu semakin memahami bagaimana kelemahan perjuangan secara kedaerahan. Memasuki abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan, menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Paham kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai dengan momentum penting yaitu diikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 3 Rasa Senasib Sepenanggungan Perluasan kekuasaan Barat di Indonesia telah mempengaruhi perubahan politik, ekonomi, sosial bangsa Indonesia. Tekanan pemerintah Hindia Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam pergerakan kebangsaan Indonesia. Kamu telah mempelajari perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam menentang kolonialisme dan imperialisme. 1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang! 2. Kalian diskusikan apa saja penyebab kegagalan perlawanan di berbagai daerah tersebut dalam mengusir penjajah? 3. Tuliskan hasil diskusimu dalam format berikut ini! No. Penyebab Kegagalan Penjelasan 4. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aktivitas Kelompok 4 Berkembangnya berbagai paham baru Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, liberalisme, sosialisme, komunisme menjadi salah satu pendorong pergerakan nasional Indonesia. Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai paham tersebut mempengaruhi berbagai organisasi pergerakan nasional Indonesia. 5 Perkembangan Organisasi Etnik, Kedaerahan, Keagamaan Organisasi pergerakan nasional tidak muncul begitu saja. Awalnya yang berdiri di Indonesia adalah berbagai organisasi etnik, kedaerahan, dan keagamaan. Berbagai organisasi tersebut sering melakukan pertemuan hingga akhirnya muncul ide untuk mengikatkan diri dalam organisasi yang bersifat nasional. Bagaimana prosesnya? Organisasi etnik banyak didirikan oleh pelajar perantau di kota-kota besar. Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis. Beberapa contoh misalnya Serikat Pasundan dan Perkumpulan Kaum Betawi dipelopori oleh M. Husni Thamrin. Selain berkembang organisasi etnik, muncul juga beberapa organisasi kedaerahan seperti Tri Koro Dharmo 1915, Jong Java 1918 Jong Sumatranen Bond 1917. Berbagai organisasi bernapaskan keagamaan pada awal abad XX sangat mempengaruhi perkembangan kebangsaan Indonesia. Beberapa organisasi bernapas keagamaan yang muncul pada masa awal abad XX misalnya Jong Islamiten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, PERSIS Persatuan Umat Islam, dan Al-Jamiatul Washiyah. Kaum wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh pejuang wanita zaman dulu adalah Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis. Kartini adalah putri Bupati Jepara Jawa Tengah yang memperjuangkan emansipasi persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Beliau mendirikan sekolah khusus untuk perempuan. Untuk memperluas wawasanmu tentang perkembangan berbagai organisasi pada masa pergerakan nasional, kamu dapat melakukan aktivitas kelompok berikut ini! Untuk memperluas wawasanmu tentang perkembangan berbagai organisasi pada masa pergerakan nasional, kamu dapat melakukan aktivitas berikut ini. 1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang. 2. Berkunjunglah ke perpustakaan, kemudian carilah buku tentang perkembangan berbagai organisasi etnik kedaerahan dan keagamaan pada masa perkembangan pergerakan nasional. 3. Diskusikan bagaimana perkembangan organisasi tersebut pada masa pergerakan nasional! 4. Tuliskan rangkuman hasil diskusimu, lalu presentasikan di depan kelas! Nama Organisasi Sejarah kelahiran Tujuan Bentuk perjuangan Jong Java Tri Koro Dharmo Jong Islaminten Bond Perkumpulan Pemuda Kristen PPK Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Taman Siswa ... Aktivitas Kelompok Setelah melakukan aktivitas tersebut, tentu kamu menemukan banyak organisasi berkembang pada masa pergerakan nasional. Setiap organisasi memiliki bidang perjuangan seperti dalam bidang ekonomi, politik, sosial, maupun keagamaan. Setelah kamu memahami berbagai organisasi perintis pergerakan nasional, berikutnya kamu akan mempelajari bagaimana lahirnya organisasi pergerakan nasional Indonesia. b. Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia Gambar di atas adalah gambar Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta. Gedung tersebut merupakan gedung bekas STOVIA yang sangat penting artinya bagi kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional yaitu masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir penjajahan. Tentu kamu masih ingat mengapa tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Tanggal 20 Mei 1908 merupakan hari lahir Boedi Oetomo Budi Utomo, organisasi modernis pertama di Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Budi Utomo dan berbagai organisasi lainnya? Kamu akan menelusuri melalui uraian di bawah ini. 1 Budi Utomo Pada awal abad XX sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat. Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain Sumber 2 Sarekat Islam Gambar di atas menunjukkan suasana Pasar Klewer di Solo atau Surakarta Jawa Tengah. Pada masa penjajahan pasar tersebut telah ramai oleh para pedagang Indonesia, Arab dan Cina. Akibat dari persaingan yang tidak sehat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, pada tahun 1911 didirikan Serikat Dagang Islam SDI, oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo. Tujuan utama pada awalnya adalah melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman pedagang Cina. Saat itu para pedagang Cina banyak menguasai perdagangan pasar, sehingga menggeser para pedagang lokal yang kurang pendidikan dan pengalaman. Dalam Kongres di Surabaya tanggal 30 September 1912, Serikat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Perubahan nama dimaksudkan agar organisasi lebih terbuka anggota dan kegiatannya. Pada tahun 1913 Sarekat Islam dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Sarekat Islam sangat menarik rakyat karena kegiatannya yang membela rakyat. Tahun 1915 jumlah anggota Partai Sarekat Islam sebanyak Tahun 1923 Sarekat Islam berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam PSI yang bersifat nonkooperatif terhadap Belanda. Tahun 1927 Partai Sarekat Islam menetapkan tujuan pergerakan untuk Indonesia merdeka berasaskan Islam. 3 Indische Partij Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia. Gambar menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai Douwes Dekker Danudirjo Setiabudi, Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912. Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras. Sumber Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda. 4 Perhimpunan Indonesia PI Semula bernama Indische Vereeniging, didirikan oleh orang-orang Indonesia di Belanda tahun 1908. Pada tahun 1922 Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging dengan kegiatan utama politik. Tahun 1925 berubah menjadi Perhimpinan Indonesia PI. Nama majalahnya Hindia Putra, berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tujuan utamanya adalah Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia adalah Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Sumber Arsip Nasional Gambar Para pendiri IP Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Prancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda. 5 Partai Nasional Indonesia PNI Partai Nasional Indonesia PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin Ir Soekarno. Tujuan Partai Nasional Indonesia adalah Indonesia Merdeka, dengan ideologi nasionalisme. Partai Nasional Indonesia mengadakan kegiatan konkrit baik politik, sosial maupun ekonomi. Organisasi ini terbuka dan revolusioner, sehingga PNI cepat meraih anggota yang banyak. Pengaruh Sukarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat. Keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Sukarno semakin membuat Partai Nasional Indonesia sangat kuat. Kegiatan politik Partai Nasional Indonesia dianggap mengancam pemerintah Belanda, sehingga para tokoh Partai Nasional Indonesia ditangkap dan diadili tahun 1929. Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda. Dalam pembacaan pembelaannya Sukarno memberi judul Indonesia Menggugat. Sukarno dan kawan-kawan dihukum penjara. Tahun 1931 Partai Nasional Indonesia dibubarkan, kemudian Sartono membentuk Partindo. Selain itu Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi Pendidikan Nasional Indonesia. Para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Digul, Papua. Selain lima organsasi di atas, kamu dapat menemukan berbagai organisasi pada masa pergerakan nasional. Sebagai contoh pada tahun 1935 berdiri Parindra Partai Indonesa Raya dengan beberapa tokoh seperti M Husni Thamrin, R Sukardjo, R Panji Suroso, dan Mr Susanto. Gerindo Gerakan Indonesia didirikan di Jakarta pada bulan April 1937. Pemimpinnya adalah mantan pimpinan Partindo yang dibubarkan tahun 1937, seperti Amir Syarifuddin, Mr. M. Yamin, Mr. Sartono, dan Dr. Gani. Golongan nasionalis mencoba menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Tujuannya memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia, tahun 1930 M. Husni Thamrin membentuk Fraksi Nasional. Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia berangsur-angsur dalam 10 tahun. Petisi ini kemudian dikenal Petisi Sutarjo. Petisi tersebut ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk merdeka. Para pejuang pergerakan nasional kecewa dan harapan kepada Volksraad tidaklah besar. Pada tahun 1939 dibentuk federasi/gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut Gabungan Politik Indonesia GAPI. Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia Berparlemen”. Sumber Gambar Bung Karno salah satu tokoh Partai Nasional Indonesia, beliau pernah dipenjara dan diasingkan oleh Belanda ke Digul dan Sumatra R en u n gk an ! Karena membela rakyat Indonesia, banyak tokoh dihukum dan dibuang pemerintah kolonial Belanda seperti Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan sebagainya. Kaum Perjuangan tidak gentar dengan hukuman yang dijatuhkan tersebut. Keberanian mereka pantas ditiru oleh pemuda masa kini. Untuk membela kebenaran dan keadilan, kalian tidak perlu takut dengan berbagai hambatan dan tantangan. c. Tekad Sumpah Pemuda Coba kamu perhatikan teks Sumpah Pemuda pada gambar Apakah kamu hafal teks tersebut? Bagaimana makna sumpah pemuda bagi bangsa Indonesia? Teks sumpah pemuda diikrarkan para pemuda dari berbagai daerah pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar tersebut merupakan tekad untuk memulai jalan baru mengusir penjajah melalui pergerakan nasional. Bagaimana pengaruh Sumpah Pemuda terhadap pergerakan nasional bangsa Indonesia? Uraian berikut ini akan membantu kamu menelusuri sejarah pergerakan nasional Indonesia. Pada masa pergerakan nasional juga berkembang organisasi yang sangat berpengaruh yaitu Partai Komunis Indonesia PKI. Cikal bakal PKI adalah Indische Social Demokratische Vereeniging ISDV yang didirikan Sneevelt orang Belanda, tahun 1914 di Semarang. Partai Komunis Indonesia didirikan tanggal 23 Mei 1920, diketuai oleh Semaun. PKI melakukan pemberontakan pertama dengan menggunakan kekuatan senjata tahun tahun 1926 kurang konsolidasi, sehingga justru menyebabkan tokoh- tokohnya ditangkap dan diasingkan keluar negeri. Pemberontakan ini juga merugikan pergerakan nasional lainnya. Akibat pemberontakan tersebut Belanda semakin menekan aktivitas pergerakan kebangsaan. Wawasan R en u n gk an ! Para penggerak organisasi modern pada masa pergerakan nasional umumnya adalah para pemuda pelajar atau terdidik. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda merupakan tulang punggung pergerakan nasional. Kamu adalah bagian dari para pemuda pada masa sekarang. Gunakan hidupmu untuk membangun bangsa ini, salah satunya dengan aktif di berbagai organisasi. Aktif di organisasi pramuka, kerohanian remaja, dan karangtaruna merupakan contoh mengamalkan semangat berorganisasi para pemuda pada masa pergerakan nasional. Sumber Arsip Nasional Perjuangan para pemuda untuk mengikatkan diri dalam bingkai bangsa Indonesia tidak terbendung. Pada tahun 1925 secara tegas Perhimpunan Indonesia mengeluarkan pernyataan yang berisi tentang penegasan tekad untuk bersatu dalam mengusir penjajah. Pernyataan tahun 1925 tersebut sering dikenal dengan manifesto Perhimpunan Indonesia, yang mendapat dukungan berbagai organisasi. Manifesto 1925 sangat menggugah kesadaran bangsa Indonesia, dan sangat mempengaruhi pola pergerakan nasional bangsa Indonesia. Gagasan manifesto 1925 terealisasi saat Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II tahun 1928. Kongres Pemuda II merupakan lanjutan Kongres Pemuda I tahun 1926. Berdirinya berbagai organisasi pergerakan yang bersifat modern telah mendorong keinginan untuk bekerja sama. Kongres menyadari akan persamaan banyak kepentingan, berbagai dialog dilakukan antarpergerakan. Para pemuda dan pelajar mempunyai pemikiran untuk membentuk kekuatan besar dalam menghadapi penjajahan Belanda. Kesadaran membentuk bingkai pergerakan kebangsaan mulai tampak dengan berdirinya berbagai organisasi nasionalis yang bersifat terbuka. Mereka tidak lagi memandang latar belakang etnis, daerah asal, maupun agama. Beberapa organisasi yang awalnya bersifat etnis dan kedaerahan pun kemudian berubah menjadi nasionalis. Komunikasi antartokoh pergerakan, semakin membuka pandangan nasionalisme yang lebih tegas. Langkah-langkah jelas untuk berjuang bersama-sama dibu